banner

Wisata Religi Indonesia : Masjid Kyai Modjo Tondano

10 comments

Wisata religi


Assalamualaikum, teman sesudut. Setelah beberapa kali membahas tentang tempat-tempat wisata alam, kali ini aku mau membahas tentang wisata religi Indonesia. Nggak usah jauh-jauh dulu, ya. Masih di Tondano aja.

Yap! Masjid Kyai Modjo, atau yang lebih lengkapnya adalah Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, yang sampai hari ini masih berdiri tegak di sebuah wilayah perkampungan Muslim di Tondano. Penasaran, nggak? Baca artikel ini sampai akhir, ya, Bestie!

Wisata Religi Indonesia

Sebelum kita main-main ke Tondano, aku mau kasih tau dulu, nih. Sebenarnya apa sih maksudnya wisata religi itu?

Bisa kita simpulkan dari namanya, ya, kalau wisata religi itu bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan mengunjungi tempat-tempat yang bernuansa religius. Biasanya, tempat-tempat ini memang punya makna khusus, atau punya kelebihan tertentu bagi umat beragama.

Nah, wisata religi Indonesia termasuk populer juga nih di kalangan para traveler. Apalagi, Indonesia memiliki ragam agama, suku, dan budaya yang berbeda. Otomatis menarik minat para pengunjung juga sih buat berwisata.

Kalau menurut aku, wisata religi Indonesia itu emang potensial banget, menarik. Apalagi kalau tempat yang mau kita kunjungi itu punya cerita sejarahnya. Jadi nilai plus tersendiri, kan?

Contohnya kayak Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, Masjid Cheng Ho di Surabaya, Masjid Agung Demak, Klenteng Sam Poo Kong di Semarang, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, wisata religi ini nggak cuma masjid sih, gaes. Masih banyak lagi contoh lainnya.

Tapi, khusus untuk malam ini, aku pengin ngajak teman sesudut semua buat berwisata religi Indonesia ke salah satu masjid bersejarah yang ada di kota Tondano. Hayo, siapa yang belum kenal sama kota Tondano?

Markibah …. Mari kita ghibah, eh ... bahas!

Sejarah Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo


Sejarah


Sejak awal merantau di kota Tondano yang mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen, sebagai umat Muslim, tentu aja masjid merupakan satu hal penting yang pertama kali kami cari tau keberadaannya.

Nggak perlu susah-susah nyari, rupanya ada sebuah masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di sebuah perkampungan Muslim di kota ini, gaes. Namanya Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo. Berdiri tegak di Kampung Jawa Tondano, kota Tondano Sulawesi Utara.

Masjid Kyai Modjo ini ikonik banget kalau di Tondano, gaes. Meskipun memang ada juga beberapa masjid lainnya di beberapa titik di kota ini, tapi kalau belum berkunjung ke masjid Kyai Modjo, rasanya ada yang kurang. Karena banyak kisah sejarah yang tersimpan di dalamnya.

Sebagai wisata religi Indonesia, masjid yang didirikan sejak tahun 1854 ini juga jadi saksi bisu sejarah perang Jawa di tanah Minahasa loh, gaes. Masjid ini pun jadi saksi penyebaran agama Islam di tanah Minahasa.

Jadi, waktu perang Jawa berakhir, Pangeran Diponegoro bersama rombongannya diasingkan ke Sulawesi. Salah satu yang mendampingi Pangeran Diponegoro waktu itu adalah Kyai Modjo. Beliau ini merupakan Ulama besar dan Panglima perang yang jadi orang kepercayaannya Pangeran Diponegoro.

Nama lahir beliau adalah Muslim Muhammad Halifah. Lahir di Desa Modjo, Surakarta, Jawa Tengah. Sebagai panglima perang, Kyai Modjo ini selalu punya strategi yang jitu. Makanya, beliau ini dipercaya sebagai tangan kanannya Pangeran Diponegoro.

Singkat cerita, setelah Pangeran Diponegoro diasingkan ke Makassar, Kyai Modjo diasingkan ke Tondano bersama sekitar 60an lebih pengikutnya, gaes. Jadi, mereka berpisah entah di tahun keberapa. Aku belum menemukan sumber yang lebih valid.

Kebanyakan dari pengikutnya lalu menikah sama perempuan-perempuan Minahasa. Sehingga, muncul deh sebuah komunitas muslim baru di wilayah yang mereka tinggali. Dan sampai hari ini dikenal dengan nama Kampung Jawa Tondano.

Sebelumnya, Kyai Modjo diasingkan di wilayah Tonsea Lama, Tondano Utara. Nah, di situ juga mereka mendirikan sebuah Masjid pertama yang diberi nama Masjid Diponegoro.

Waktu itu, di sekitar wilayah Tonsea Lama masih hutan belantara dan banyak anjing juga babi dan hewan lain yang masih berkeliaran. Alhasil, Kyai Modjo ini nggak berkenan di asingkan di situ, gaes. Lalu beliau mengusulkan tempat lain sama Belanda.

Sampai akhirnya, Belanda setuju memindahkan mereka lagi, ke wilayah yang sekarang dikenal sama nama Kampung Jawa Tondano tadi. Maka didirikan lagi deh musala sederhana dengan dinding bambu dan atap rumbia.

Inilah cikal bakal berdirinya Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo, gaes. Setelah pemugaran beberapa kali, sampai hari ini Masjid Kyai Modjo masih berdiri dengan megah di Kampung Jawa Tondano.

Arsitektur masjidnya saat ini bergaya Joglo, dengan atap limas yang mirip kayak Masjid Agung Demak. Walaupun sudah dipugar berkali-kali, ada beberapa bagian yang masih dibiarkan otentik. Seperti empat tiang sokoguru, mimbar, dinding bagian barat, bedug dan kentongan serta beberapa barang peninggalan lain yang masih tersimpan rapi di gudang.

Itu sejarah menurut beberapa sumber yang aku rangkumin ya, gaes. Sekarang, aku mau tambahin sejarah lisan yang aku dengar dari beberapa penduduk setempat. Yang mungkin kebenarannya masih belum valid, tapi bisa memperkaya pengetahuan kita juga.

Ada hal unik yang dilakuin sama Kyai Modjo dan rombongannya ini sebelum akhirnya mengusulkan satu tempat buat kepindahan mereka dari Tonsea Lama. Kyai Modjo merintahin rombongannya buat menyembelih seekor sapi, dan meletakkan beberapa potongan dagingnya di beberapa titik yang sudah ditentuin.

Potongan-potongan daging sapi itu dibiarkan beberapa malam. Tempat dengan potongan daging paling awet dan nggak busuk, akhirnya dipilih sebagai tempat tinggal permanen mereka. Tempat itulah yang saat ini dikenal sama nama Kampung Jawa Tondano.

Tempat dimana masjid Kyai Modjo berdiri dengan begitu gagahnya. Cuma berjarak sekitar 1.5 km dari Tonsea Lama, tempat mereka sebelumnya.

Terletak di Kampung Budaya


Wisata


Karena percampuran budaya yang sangat kental di Kampung Jawa Tondano, akhirnya kampung yang didominasi sama umat Muslim ini dikatakan juga sebagai kampung budaya. Keberadaannya di tengah-tengah mayoritas umat Kristen dan Suku Minahasa semacam jadi daya tarik juga buat orang-orang yang pengin berkunjung. 

Toleransi beragama di daerah ini bisa dibilang cukup kuat, gaes. Apalagi dengan adanya Masjid Kyai Modjo yang jadi ikonnya. Biasanya, banyak wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke sini gegara tertarik sama kisah sejarahnya tadi, gaes.

Kebanyakan dari mereka mengunjungi Masjid Kyai Modjo ini buat melihat sisa-sisa sejarah yang masih tertinggal di dalamnya. Setelah dari Masjid, mereka langsung berziarah ke makam Kyai Modjo yang terletak nggak jauh dari Kampung Jawa Tondano.

Wisata religi Indonesia di Tondano ini nggak cuma membawa pengunjung buat kembali ke masa lampau dengan kisah sejarahnya, tapi juga bisa me-recharge lagi batin yang sudah lama kering, setelah beribadah di masjidnya, gaes.

Arsitektur masjidnya yang indah bernuansa hijau segar, halamannya yang luas dengan pohon kayu putih yang rindang, juga perkampungan muslim Jawa Tondano di sekelilingnya yang bakalan memanjakan pengunjung banget pastinya.

Apalagi kalau mau naik ke menara masjid, waktu cuaca cerah. Pengunjung bisa dapat bonus pemandangan danau Tondano yang indah di kejauhan.

Ibadah lancar, pengetahuan sejarah islam dapat, pengetahuan budaya juga dapat, makna toleransi antar umat beragama juga iya, ditambah lagi sama pemandangan alamnya yang aduhai. Masya Allah, lengkap.

Belum lagi kalau memasuki bulan Ramadhan. Pasar Ramadhan khas kampung Jawa Tondano ini bakalan digelar tepat di sepanjang jalan di depan masjid. Jadi pengobat rindu kampung banget, sih. Jadi ngerasa punya saudara walaupun di perantauan.


Penutup

Wisata religi Indonesia memang banyak ragamnya, salah satunya ya mengunjungi tempat-tempat ibadah yang punya nilai historis. Kayak Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo ini, gaes.

Masjid ini jadi saksi bisu penyebaran agama Islam juga di Minahasa. Dan dengan berdirinya masjid ini, juga terciptanya kampung Jawa Tondano, toleransi antar umat beragama di kota Tondano juga jadi semakin kuat, gaes.

Jadi, walaupun tinggal di kota orang sebagai minoritas, aku merasa tetap nyaman dan aman, sih. Selama masih menjaga adab dan sikap toleransi sesama ya, gaes.
Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.
Nah, kalau wisata religi Indonesia versi kalian apa, gaes? Spill dong yang menarik di kota kalian!
halodwyta
Halo, aku Dewi Yulia. Suka jalan-jalan, sambil review makanan dan tempat-tempat seru lainnya.

Related Posts

10 comments

  1. Di Kota Ungaran Kabupaten Semarang ada Pemandian Nyatnyono dengan Makam Waliyullah Hasan Munadi. Rame dikunjungi, apalagi akhir pekan. Yuk, mampir sini, Mbak.

    ReplyDelete
  2. Kalau Sejarah lisan menaruh Potongan daging ini aku pernah Baca di shirah Nabawi mbak. Memang begitu dulu zaman Nabi untuk menentukan tempat tinggal yang layak. Rupanya diterapkan oleh Kyai Modjo ya.. Masya Allah.

    ReplyDelete
  3. Selalu senang membaca kisah sejarah apalagi kali ini bernuansa religi yaitu perjuangan Kyai Modjo.
    Beliau sosok keren yang tentunya menginspirasi dan patut diteladani, meninggalkan banyak kebaikan hingga tempatnya dulu diasingkan menjelma menjadi kampung Jawa Tondano dengan ikon masjid Al-Falah Kyai Modjo yang tak hanya dijadikan tempat ibadah tapi juga wisata religi. Keren banget mbaa jadi ikutan bangga, maa shaa Allah!

    ReplyDelete
  4. Aku suka mengamati gaya arsitektur bangunan mbk, meskipun bukan jurusan arsitektur ya :D. Itu pas liat gambar di awal kok bangunan kayak Joglo Jawa, bukannya ini di Sulawesi, trnyata baru tau sejarahnya Mbak. Dari pasukan Pangeran Diponegoro ternyata, keren :D

    ReplyDelete
  5. Seru banget ya wisata religi dengan tau sejarahnya jadi lebih dalam ikatan religinya. Aku jadi bayangin kalau bukan Ramadan pasti rame bgt disana banyak jajanan, hehe

    ReplyDelete
  6. Pas baca judulnya bikin penasaran. Pasalnya, nama mesjidnya ada unsur "kiyai" Eh ternyata di kampung Jawa. Menarik sekali hehe

    ReplyDelete
  7. Masjid di setiap kota, bukan hanya sekadar tempat ibadah tapi menyimpan sejarah umatnya. Senang sekali berwisata religi mengunjungi sekaligus beribadah di masjid yang banyak menyimpan sejarah. Auranya beda banget....

    ReplyDelete
  8. Belum prnah khususon wisata religi ke suatu tempat, tpi klo wisata ke kota lain paling suka menilik masjid agung masing2 kota krna pasti punya keunikan dan history masing2

    ReplyDelete
  9. Terjawab jadinya tentang siapa Kyai Modjo. Ada nama salah satu jalan di Jember, Jalan Kyai Modjo. Btw ngomongin Masjid selalu menyimpan sejarah yang ketika di kulik akan membuat kit atertarik menyimaknya. Al fatihah untuk para kyai dan ulama kita yang sudah berdakwah.

    ReplyDelete
  10. Semacam mengundang rindu ya mbak, kalau aku, bisa wisata religi ke tempat suci bagi orang muslim. Tapi belum bisa berbagi inpirasi, karena jarang banget aku jalan-jalan

    ReplyDelete

Post a Comment