banner

Menikmati Keindahan Alam di Tahura Sultan Adam Mandiangin

1 comment
Welcome

Hari libur panjang kurang lengkap rasanya kalau belum berkunjung ke tempat-tempat wisata bareng keluarga. Salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi saat berada di Kalimantan Selatan adalah di Tahura Sultan Adam.

Taman Hutan Raya yang saat ini pengelolaan dan perawatannya luar biasa semakin berkembang. Kalimantan Selatan yang bakal jadi pintu gerbang IKN memang lagi banyak berbenah, terutama di bidang pariwisatanya.

Nah, Tahura Sultan Adam sendiri saat ini jadi salah satu destinasi wisata terfavorit yang ada di Kalimantan Selatan, Gaes. Di sana, kamu bisa menikmati pemandangan alam Kalimantan dari ketinggian 1300-an mdpl, tanpa harus lelah-lelah mendaki. Enak banget, kan?

View

Tahura Sultan Adam

Welcome

Taman Hutan Raya atau Tahura Sultan Adam merupakan sebuah kawasan ekowisata, yang menawarkan pemandangan alam yang menyejukkan. Tahura Sultan Adam ini memiliki luas sekitar 112 hektar, dan masih termasuk dalam situs geopark Meratus.

Kawasan Tahura Sultan Adam merupakan kawasan hutan lindung dan suaka marga satwa. Dibuat sedemikian rupa, supaya bisa dijadikan sebagai pusat edukasi juga buat para pengunjung.

FYI, nama Sultan Adam sendiri diambil dari nama salah satu Raja atau Sultan Muda yang bertahta selama 32 tahun di Kesultanan Banjar. Beliau merupakan putra kelahiran Desa Karang Intan dan sekarang dimakamkan di daerah Martapura.

Lokasi dan Tiket Masuk Tahura Sultan Adam


Taman Hutan Raya Sultan Adam membentang di dua Kabupaten sekaligus, Gaes. Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut. Tepatnya berada di Desa Mandiangin Kecamatan Karang Intan.

Jangan salah fokus sama nama Desanya. Karena aku pun kurang informasi nih kenapa nama desanya unik gitu. Mungkin, karena saat di atas bukit mandiangin, semilir angin juga bertiup sepoi-sepoi membelai wajahmu. *Uhuk

Oke, lanjut. Perjalanan dari kota Banjarmasin menuju ke Tahura Sultan Adam menempuh jarak kurang lebih 52 km. Pakai kendaraan pribadi bisa memakan waktu sekitar satu jam perjalanan saja.

Rute perjalanannya juga sudah cukup jelas di google maps. Bahkan banyak papan petunjuk arah, kok. Mudah lah buat dituju. Kamu nggak akan tersesat dan kehilangan arah.

Walaupun Tahura Sultan Adam jadi tempat tujuan wisata terfavorit, harga tiket masuknya masih terbilang murah, kok. Pengunjung dewasa cuma harus membayar dua belas ribu rupiah, sementara anak-anak membayar seharga sepuluh ribu rupiah. Untuk biaya camping dikenai harga lima ribu rupiah per-orang.

Spot-spot Menarik di Tahura Sultan Adam

Kawasan wisata seluas 112 hektar ini nggak harus kamu kelilingi jalan kaki, gaes. Capek! Kamu bisa mengendarai sepeda motor atau mobilmu sampai di puncak. Asalkan tetap hati-hati di jalanan sempit, menanjak dan curam, ya.

Ada beberapa spot menarik yang wajib banget kamu kunjungi di Tahura Sultan Adam, sih. Waktu di loket pembayaran tiket masuk, kamu bisa tentuin spot mana yang paling menarik yang mau kamu kunjungi lebih dulu. Bisa dilihat di peta yang terpampang nyata di sana.

1. Kandang Rusa, Beruang Madu dan Kelinci

Biasanya, ini dikunjungi sama anak-anak sekolah atau rombongan keluarga. Letaknya nggak jauh dari loket retribusi di awal tadi.

Ada kandang penangkaran rusa Sambar, yaitu rusa endemik Kalimantan Selatan, rusa Totol dan rusa Timor. Semua rusa berada di kandang terpisah.

Kamu juga bisa memberi makan rusa-rusa ini dengan membeli sayuran yang sudah disediakan di sana. Anak-anak pasti suka nih kegiatan semacam ini.

Nggak jauh juga dari sana, ada kandang beruang madu, juga taman kelinci. Tapi, kegiatan memberi makan hewan-hewan ini biasanya cuma dibuka saat weekend.

2. Taman Bermain

Taman

Nah, pas banget buat para bocil yang diajak rekreasi sama keluarganya, setelah melihat dan belajar tentang satwa, saatnya bermain di taman bermain Tahura.

Wahana permainannya cukup lengkap dan nyaman. Tempatnya juga teduh karena banyak pohon-pohon rindang.

3. Kolam Belanda

Kolam

Menurut catatan sejarahnya, kolam ini sudah ada sejak tahun 1939. Dulunya, kolam yang airnya mengalir langsung dari mata air perbukitan ini cuma diperuntukkan buat para elit Belanda.

Nggak ada pribumi yang boleh nyemplung di sana. Sepeninggal Belanda sampai sekarang, kolam yang masih alami itu dibuka untuk umum. Tapi, harap tetap berhati-hati buat para orang tua. Jangan biarin anak berenang sendirian tanpa pengawasan, ya.

4. Plaza Mandiangin

Tempat ini biasanya dipakai buat acara-acara gathering, acara musik dan lain-lain. Ini nggak jauh dari playground dan warung wisata juga, gaes.

5. Agrowisata

Di sini, kamu bisa melihat dan mempelajari soal tanaman, nih. Ada pohon durian, rambutan dan lain-lain yang bisa kamu petik dan nikmati di tempat.

Kalau yang ini biasanya ada biaya khususnya ya, gaes, ya.

6. Batu Kulit Ular

Batu

Konon kabarnya, batu-batu yang ada di situs ini sudah berumur 180 juta tahunan, Gaes. Dominasi warnanya yang hijau keabuan ini dianggap mirip kayak kulit ular. Itu juga yang jadi dasar penamaan situs batu kulit ular ini.

7. Camping Ground


Puncak

Kalau lihat di peta, ada banyak banget titik camping ground di Tahura Sultan Adam. Ada camping ground Ulin, Pulai, Mahoni, Meranti, Angsana, Matoa, Tirai Hujan, Bukit Besar dan Palawan.

Tapi kayaknya, cuma dua titik camping yang baru dibuka untuk umum. Tolong koreksi kalau ada kesalahan informasi, ya.

Camping ground yang paling terkenal di Tahura Sultan adam adalah camping ground Bukit Besar (Repeater) dan camping ground Tengger (Palawan).

Kalau beruntung, kamu bisa dapetin view lautan awan saat camping di Tahura Sultan Adam. Wah pasti cantik banget.

Oh iya, buat camping cuma diperbolehkan di waktu weekend aja ya, gaes, ya. Tepatnya di malam sabtu dan malam minggu. Kecuali ada event-event tertentu.

8. Air Terjun

Ada tiga spot air terjun di Tahura Sultan Adam. Yang pertama, air terjun Mandin Putri, Air terjun Mandin Putri Kembar dan Air terjun Tirai Hujan.

Spot air terjun paling ramai biasanya ada di air terjun putri. Di sana juga ada kolam yang bisa digunakan buat berenang. Lengkap sama fasilitas toilet dan ruang ganti.

9. Arboretum

Kebun Botani yang ditujukan buat lahan penelitian dan konservasi ini juga bisa jadi wisata edukasi buat pengunjung. Di sini ditanami tanaman-tanaman endemik Kalimantan seperti ulin, meranti dan 48 jenis bambu khas Kalimantan.

10. Taman Konservasi Anggrek

Para pecinta anggrek, ayo merapat!

Spot ini punya 110 jenis anggrek yang cukup langka. Awalnya, cuma ada 50-an jenis anggrek Meratus yang dikonservasi, didapatkan dari beberapa desa sekitar.

11. Pesanggrahan Belanda

Pesanggrahan

Dulunya, bangunan ini dibuat untuk tempat bersantai para pejabat Belanda di masa lampau. Diresmikan pada tahun 1939, oleh Dr. Bauke Jan (BJ) Haga yang memerintah Borneo di masa itu sampai masa kedatangan Jepang.

Bangunan dengan struktur kayu ulin sebagai dinding ini, bisa kamu kunjungi sebagai spot foto-foto estetik. Tapi cuma bisa di bagian luar. Karena bagian dalam terkunci dan sebagian kecil sudah dialihfungsikan buat tempat penjualan souvenir.

12. Villa

Nah, buat yang mau menikmati pemandangan alam Kalimantan Selatan tapi nggak suka camping, boleh banget nih sewa villa yang ada di Tahura Sultan Adam.

Kalau informasi belum berubah, harga satu kamar villa buat satu malam di Tahura Sultan Adam dipatok seharga Rp. 500.000.

13. Paralayang dan Gantole

Gantole

Ini yang masih hangat-hangatnya di Tahura Sultan Adam. Tahun 2023 lalu, spot ini juga dijadikan spot event Kejurnas Paralayang dan Gantole dan direncanakan bakalan ada event internasional lagi di akhir tahun 2024 nanti.

Kamu bisa coba cek di akun instagram  @paralayang_merapi_wasaka buat info seputar paralayang di Tahura Sultan Adam, ya.

Atur Budget-mu, Sisihkan Waktumu

Sejujurnya, sebagai warga Kalimantan yang sedang merantau jauh, aku bangga sih sama perkembangan sektor pariwisatanya yang lagi gencar-gencarnya gini. Rasanya tuh semacam ada panggilan buat cepat pulang, supaya bisa menikmati keindahan kampung halaman yang sudah mulai dipoles semakin cantik ini.

Beruntung sih kemarin pas mudik sempat berkunjung ke Tahura Sultan Adam yang semakin tertata rapi itu. Semoga semua sektor pariwisatanya bisa terus berkembang maju dan merata, supaya bisa membantu perekonomian warga lokal juga karena geliatnya.

Oh iya, buat kamu yang tertarik berkunjung ke Tahura Sultan Adam, bisa ikuti informasi teraktualnya di instagram @tahura.sultanadam ya. Sebelumnya, ada info terkait pembelian tiket melalui website. Sayangnya setelah aku coba telusuri, websitenya kayak belum dioptimalkan.

Tapi nggak apa, kamu juga bisa langsung datang dan berkunjung ke Tahura Sultan Adam setiap harinya dari jam 6 pagi. Jangan lupa, kalau buat camping cuma ada di hari jumat dan sabtu, ya.

Ayo, atur budget dan waktumu sekarang juga buat berkunjung ke Kalimantan Selatan dan mampir ke Tahura Sultan Adam.
halodwyta
Halo, aku Dewi Yulia. Suka jalan-jalan, sambil review makanan dan tempat-tempat seru lainnya.

Related Posts

1 comment

  1. Melihat dari fotonya, sudah jelas di sana pasti hawanya sejuk sekali ya, Kak. Rugi kayaknya kalau hanya menghabiskan satu hari di sana. Ada banyak titik edukasinya. Sayang sekali hanya bisa sewa villa atau camping di hari Jumat-Sabtu. Kalau jauh-jauh ke sana, 5-7 hari kayaknya baru bisa puas. 😅

    ReplyDelete

Post a Comment